Minggu, 07 Februari 2010

Surat Dari Ayam


Surat Dari Ayam

Rumah Jagal, 30 September 2009

Kepada :

Saudaraku yang terkasih,

Manusia

Salam kasih saudaraku,

Maafkan aku kalau tulisanku ini mengganggumu. Aku sendiri juga tidak yakin apakah benar menulis surat ini atau tidak.

Tapi, kupikr, jika surat ini tidak pernah ada, mungkin tidak akan lagi ada kesempatan. Dengan tulisan ku yang berantakan ini, ha.. ha.. kamu menyebutnya cakar ayam, semoga masih bisa terbaca, aku memberanikan diri.

Masih teringat, tiap pagi kamu selalu telat bangun. Sulit sekali untukmu bangun pagi. Sering kali kamu tidak sarapan, langsung saja berangkat. Lihat saja, badan kamu jadi kurus begitu. Tahukah kamu? Aku sangat sedih. Aku bertekad berbuat sesuatu untukmu. Tiap pagi aku akan bangun pagi-pagi, aku akan teriak terus sampai kamu bangun. Sering kali, tenggorokanku sakit, suaraku hilang, tapi aku tetap berusaha teriak sampai kamu bangun. Sekarang mungkin kamu harus berjuang sendiri, maafkan aku, aku tidak bisa lagi membangunkanmu.

Kata dokter, telurku banyak mengandung protein. Aku begitu bahagia bisa memberikan sesuatu dari diriku untukmu. Memang aku sulit sekali menerima ini, aku begitu sulit bertelur dengan harapan dapat anakku dapat segera menetas. Tapi sepertinya harapan itu tidak akan pernah terwujud.

Setidaknya aku bisa melihatmu sehat karena telurku. Aku tidak pernah menyesal, karena aku mengasihimu, aku sangat mengasihmu.

Akhir-akhir ini, aku merasa aneh, daging pada tubuhku terasa membengkak, terutama bagian pahaku.

Aku mulai bertanya kapan aku terakhir fitness¦ Tapi rupanya itu bukan hasil fitnessku selama ini, kamu telah melakukan sesuatu padaku. Seingatku sering kali aku tertusuk jarum yang tajam dan setelah itu, terasa ada carian yang masuk ke tubuhku. Pertama-tama kukira dengan badanku seperti ini, kamu ingin aku jadi atlit binaraga. Aku begitu bahagia, kamu begitu memperhatikanku. Ketika aku diangkut ke truk bersama teman-temanku, aku masih berpikir aku akan pergi ikut turnamen binaraga. Aku begitu bahagia berpikir bisa membawa pulang piala buatmu sampai aku sadar tempat apa yang kami tuju. Aku melihat teman-temanku sudah terkapar, darah mengucur dimana-mana, mereka sudah tidak beryawa. Teriakanku tertahan, Ini bukan gedung turnamen, ini adalah rumah jagal.

Akhirnya aku mengerti, ternyata aku disuntik supaya dagingku besar, kamu akan menikmati dagingku. Tapi semua itu sudah terlambat. Aku takut sekali, aku ingin lari keluar tapi aku tak bisa, aku tak berdaya.

Satu-persatu temanku dimasukkan ke dalam sebuah alat yang besar, teriakan mereka begitu menyayat hati. Aku tahu pasti, sebentar lagi aku akan merasakannya. Aku heran, suara teriakan yang begitu keras, tidakkah itu mengganggumu? Mungkin kamu tidak mendegarnya atau lebih tepatnya tidak mau mendengarnya?

Bukankah kita sama-sama mahkluk ciptaan Tuhan? Bukankah dulu kita saling mengasihi? Kenapa kamu berubah begitu cepat? Apakah aku benar-benar tidak bermakna di matamu?

Waktuku sudah hampir habis, sebentar lagi akan tiba giliranku. Sudah tidak ada gunanya lagi aku berbicara terlalu banyak. Ketika kamu membaca surat ini, aku sudah tidak ada lagi di dunia ini. Hmm, mungkin juga aku sudah berada dalam perutmu!

Tapi ada satu hal yang aku ingin sekali kamu tahu, bahwa aku masih mengasihmu, saudaraku. Aku doakan semoga kamu bisa hidup bahagia denga kasih. Semoga pengorbananku ini bermakna bagimu. Aku masih terus menantikan hari dimana kita bisa hidup bersama, saling mengasihi.

Mungkinkah hari itu akan tiba?

Selamat tinggal saudaraku.

Yang mengasihimu,

Ayam 

Rahasianya Adalah Pilihan Anda!


Rahasianya Adalah Pilihan Anda!

Sahabat blog motivasi sukses, dalam hidup kita, seringkali ada perbedaan yang mencolok di antara satu dengan yang lain. Ada orang yang sangat sukses, ada yang rata-rata, dan ada juga yang gagal. Lantas apa yang membedakannya ?

Beberapa hari yang lalu, saya menanyakan satu pertanyaan kepada teman-teman di Facebook : “Apa yang membedakan orang yang mempunyai penghasilan 1 juta perbulan dengan orang yang mempunyai penghasilan 100 juta perbulan?" Apakah orang yang penghasilan 100 juta perbulan mempunyai kepintaran 100 kali lipat dibandingkan dengan yang mempunyai penghasilan 1 juta perbulan ?? Langsung saya mendapatkan banyak tanggapan dan komentar dari teman-teman.

Dalam artikel ini, saya ingin sharing apa yang disampaikan oleh teman-teman di facebook, begitu juga tanggapan dari beberapa peserta dalam seminar saya. Jawaban yang paling sering dilontarkan adalah bahwa :

1Orang yang penghasilan 100 juta lebih kerja keras dan rajin dari pada yang 1 juta. 2Lebih berani ambil risiko dan selalu take action. 3Orang yang punya penghasilan 1 juta tidak berani untuk bermimpi, tidak melakukan secara maksimal, belum apa-apa selalu negatif duluan... menganggap 100 juta itu impossible dan hanya mengganggap orang-orang yang berilmu tinggi yang sanggup mendapatkan penghasilan 100 juta. alias minder. 4Orang yang 100 juta mempunyai sistem yang bekerja untuk mereka alias lebih bijak. 5Orang yang berpenghasilan 100 juta mempunyai impian dan target yang jauh lebih besar alias ukuran impian mereka. 6Tempat di mana mereka bekerja atau alat yang dipakai. 7Sistem kepercayaan/ keyakinan mereka. 8.Kemampuan melihat peluang dan selalu melakukan yang terbaik. 9.Kemampuan memimpin/delegasi tugas. 10.Orang yang 100 juta lebih positif thingking dan selalu mencari kesempatan disetiap tantangan yang dihadapi. 11Faktor keberuntungan/nasibnya lebih baik. 12Mempunyai tujuan yang jelas untuk apa setelah mendapatkan 100 juta, sehingga passion nya lebih besar. 13Lebih banyak melayani dan selalu membuat orang lain senang. 14Cara kerja dan prosesnya berbeda. 15Knowledge dan informasinya lebih lengkap/ karena tahu caranya. 16Dan banyak sekali faktor lainnya.

Semua jawaban di atas ini adalah benar dan merupakan faktor-faktor yang menyebabkan perbedaan antara orang yang mempunyai penghasilan 100 juta perbulan dengan yang penghasilan 1 juta. Tetapi kurang tepat karena masih ada satu faktor yang paling penting atau kita sebut kunci utamanya. Karena kebanyakan kita sudah tahu jawaban di atas, tetapi hidup kita tidak berubah, dan tetap biasa-biasa saja. Jawaban-jawaban di atas ibaratnya adalah mutiara-mutiara/batu diamond yang berceceran di lantai, dimana masih kurang satu faktor terpenting yang bisa membuat batu-batu diamond itu menjadi sangat berharga yaitu talinya. Jika mutiara-mutiara itu kita satukan dan rangkakan dengan talinya, maka akan menjadi sebuah kalung diamond yang begitu indah dan bernilai tinggi. Begitu juga dalam hidup kita dan faktor terpenting itu adalah PILIHAN Anda ! Yes.. Pilihan Andalah yang menentukan segalanya.

Apakah jawabannya adalah sesederhana ini, saya sering mendapat respon dari teman-teman dan peserta seminar: “Masa perbedaannya adalah pada pilihan kita, kalo gitu saya pasti mau pilih 100 juta dong..” Ya Betul.. tapi pertanyaannya adalah : “Apakah selama ini Anda sudah buat pilihan? Keputusan dalam hidup Anda untuk menjadi orang yang mempunyai penghasilan 100 juta perbulan?” Dan jawabannya Anda tahu sendiri…

Pembaca yang budiman,

Dalam hidup kita yang hanya 1 kali ini saja, buatlah pilihan yang berharga dalam hidup Anda. Anda pantas untuk hidup jauh lebih sukses dan lebih baik dari hari ini, sesuai ilustrasi di atas, Anda juga berhak untuk mempunyai penghasilan 100 juta perbulan atau 100 kali lipat dari penghasilan Anda sekarang.

Sekarang Anda sudah tahu rahasianya adalah pilihan Anda, so beranilah untuk buat pilihan, karena ketika Anda membuat pilihan, maka Anda akan sadar bahwa harus melakukan dengan cara yang berbeda. Anda akan lebih rajin dan lebih smart dalam memilih alat.

Jika Anda fokus pada hasil 100 kali lipat dari sekarang, Anda pasti mulai mencari segala faktor dan strategi yang mendukung Anda untuk mencapainya. Bertanyalah kepada diri Anda sendiri: apa yang harus saya lakukan, apa yang harus saya pelajari, siapa yang bisa membantu saya, mungkin saya harus pakai alat/kendaraan apa, sistem apa yang saya bisa pakai supaya bisa melipatgandakan hasil saya. Mulailah sebuah pencarian dan petualangan baru, yang pasti setelah Anda sudah membuat pilihan, maka hidup Anda mulai berubah!

Selamat mencoba dan saya doakan semoga Anda menempuh sebuah perjalanan hebat yang luar biasa dan segera memiliki kehidupan yang jauh lebih Sukses, Sehat, Kaya, dan Bahagia!

***
Rudy Lim adalah inspirator muda, motivator, trainer, dan public speaker, sekaligus Founder & Director of Youngs Spirit - Seminar & Workshop Training. 

Mengapa Belajar Wirausaha Itu Wajib Hukumnya?


Mengapa Belajar Wirausaha Itu Wajib Hukumnya?
blog motivasi, pengembangan diri
Sahabat blog motivasi sukses, berwirausaha itu wajib hukumnya. Tahu kenapa? Pertama, penghasilan seorang karyawan terutama yang masih berada di tingkat staf pelaksana, lebih-lebih yang masih non-staf, bahkan mereka yang sudah berpredikat 1st line manager, pada umumnya belum mencukupi kebutuhan hidup secara wajar. Di sini mereka perlu pandai-pandai menata kehidupannya untuk menambah penghasilan, oleh karenanya mempelajari dan menjadi familiar dengan seluk beluk kewirausahaan merupakan salah satu solusi terbaik.

Kedua, kalau Anda seorang karyawan, lebih-lebih kalau Anda sudah menduduki posisi tinggi dan strategis, datangnya masa pensiun nanti akan merupakan saat-saat yang kritis dan mencekam. Apa yang akan Anda lakukan setelah purnabhakti? Bagaimana kalau uang simpanan Anda yang banyak itu tahu-tahu amblas karena salah berbisnis? Nah, belajar menjadi wirausahawan handal adalah jalan keluar yang paling tepat.

Ketiga, kalau Anda sekarang adalah seorang pengangguran, tentu otak Anda sudah "kapalan" dengan kenyataan bahwa mencari pekerjaan itu susaah bukan main. Kalau sudah demikian, percaya sama saya, bahwa kewirausahaan merupakan jalan lebar bagi Anda menuju kesuksesan hidup.

Keempat, kalau Anda kini merupakan seorang mahasiswa, tentu Anda alami sendiri bahwa biaya kuliah Anda itu tidak murah. Anda tahu tidak semua generasi muda berkesempatan duduk di bangku di Perguruan Tinggi, karena mahalnya biaya. Anda pun tahu kalau orang tua Anda sudah demikian bersusah payah mengongkosi Anda belajar, entah dari mana uangnya, entah dengan cara apa mereka mencari duitnya. Kalau Anda ingin menjamin kesinambungan kuliah sekaligus menjamin masa depan diri sendiri dengan cara mandiri, kewirausahaan akan menjadi bekal Anda.

Kelima, Anda tahu bahwa secara proporsional, statistik memperlihatkan bahwa sarjana yang menganggur merupakan salah satu kategori pengangguran terbesar. Kalau Anda merupakan salah seorang di antaranya, belajar kewirausahaan akan memberi Anda jalan menuju "sorga".

Keenam, nah ini yang paling "serem". Tahukah Anda, bahwa tren bisnis yang akan datang akan memaksa kita semua untuk jadi wirausahawan? Persaingan yang semakin ketat, mengharuskan semua perusahaan memaksimalkan efisiensi, sehingga rekrutmen karyawan terus ditekan sampai ke titik minimum. Kita sudah lihat gejalanya sekarang, di mana penerimaan karyawan kebanyakan dilakukan dengan sistem kontrak, paling tidak pada 2 tahun pertama.

Jika karyawan tidak dibutuhkan lagi setelah 2 tahun, pasti ada PHK. Kemudian, pos-pos kerja yang bisa dilakukan pihak ketiga, hampir pasti akan di "outsource" kan. Tidak ada lagi peluang melamar posisi-posisi yang sudah di-outsource. Sementara itu di dunia industri, tidak terlalu lama lagi akan dimanfaatkan robot-robot pengganti tenaga manusia. Tidak ada lagi lowongan menjadi buruh dan mandor pabrik.

So what gitu loh? Jelas kan, bahwa mempelajari kewirausahaan itu perlu? Kapan sebaiknya mulai?

Ya, sekarang lah... kapan lagi?

Oleh : Rusman Hakim 

Rahasia Sukses #1: Jadilah Sedikit "GILA"


Rahasia Sukses #1: Jadilah Sedikit "GILA"

Sahabat blog motivasi sukses, Coba lihatlah di jalan-jalan besar. Beberapa banyak orang GILA beneran yang dapat Anda jumpain. Perhatikan baik-baik. Mengapa mereka disebut GILA? Apakah anda melihat pakaiannya yang compang camping. Rambut gondrong, keras seperti sapu injuk. Atau karena baunya super sedap mengalahkan parfum manapun.

Ya…persis karena mereka sudah melakukan tindakan yang disebut GILA alias Sinting alias Edan….Terserah apapun istilah Anda. Mereka berani-beraninya tidak memakai baju, celana dalam, bau menyengat, tidak mandi mungkin sudah berbulan-bulan.

Dalam tulisan ini saya bukanlah pengamat orang GILA. Tapi saya hanya ingin berbagi bahwa orang “GILA” sangat dibutuhkan untuk menjadi sukses. Nggak percaya? Sejarah sudah membuktikannya. Begitu banyak orang sukses di dunia ini. Karena mereka pernah dianggap sedikit ” GILA” .

Wright Bersaudara dengan ide GILAnya, mau memutar balikkan sejarah ketika membuat kapal terbang. Banyak sekali orang menggangap Wirght Bersaudara "sinting". Mana mungkin manusia dapat terbang? Mana mungkin manusia punya sayap? Tapi sejarah sudah membuktikan dari buah ide yang sederhana. Melihat seekor burung elang yang sedang terbang. Wright Bersaudara dapat menciptakan pesawat terbang.

Kolonel Sanders dengan ide GILAnya, mau menjual resep ayam goreng warisan keluarganya. Dia memulainya di usia 66 tahun. Pensiunan angkatan darat Amerika ini tidak memiliki uang sepeser pun kecuali dari tunjangan hari tuanya, yang semakin menipis. Namun dia memiliki keahlian dalam memasak dan menawarkan resep masakannya ke lebih dari 1.000 restoran di negaranya. Kolonel Harland Sanders adalah pelopor Kentucky Fried Chicken atau KFC yang telah tumbuh menjadi salah satu yang terbesar dalam industri waralaba makanan siap saji di dunia.

Soichiro Honda dengan ide GILAnya, membuat sepeda motor. Amati kendaraan yang melintasi jalan raya. Pasti, mata Anda selalu terbentur pada kendaraan bermerek Honda, baik berupa mobil maupun motor. Merek kendaran ini memang selalu menyesaki padatnya lalu lintas. Karena itu barangkali memang layak disebut sebagai raja jalanan.

Dari kisah mereka di atas kita dapat menyimpulkan arti dari sedikit "GILA":

LEBIH BERANI, orang-orang sukses selalu mempunyai semangat keberanian. Dimulai dari sebuah ide yang sederhana dan sedekit sangat aneh dan unik. Orang biasa belum tentu terpikir. Tapi lewat keberanian yang luar biasa mereka tidak hanya mempunyai ide sedikit "GILA" tapi berani mewujudkan menjadi nyata.

LEBIH ULET, orang-orang sukses mempunyai semangat NEVER GIVE UP. Pantang menyerah. Mereka berani gagal. Apabila mereka menemukan sebuah masalah. Bukannya menyerah melainkan lebih giat lagi menemukan solusinya. Bila mereka menemukan sebuah kegagalan, mereka menemukan sebuah solusi baru. Yang mendekatkan kepada tujuan

LEBIH LUAR BIASA, orang-orang yang sukses menaklukan dunia. Mempunyai satu kelebihan dibandingkan orang biasa. Mereka tidak hanya mau menjadi baik saja. Tapi mau menjadi lebih baik. Dengan semangat luar biasa, mereka berhasil menaklukkan dunia. Sehingga dunia mengenang mereka sampai saat ini.

Walaupun dulu mereka dianggap nekad. Tapi sekarang mereka semua adalah pelaku sejarah. Yang pasti mereka adalah seorang sukses sejati.

Daniel Kurniawan
[Trainer & Motivator]
Artikel NLP Aplication

Kenapa Semua Orang Adalah Sama?


Kenapa Semua Orang Adalah Sama?

Sahabat blog motivasi sukses, Kisah di bawah ini adalah kisah yang saya dapat dari milis alumni Jerman, atau warga Indonesia yg bermukim atau pernah bermukim di sana. Demikian layak untuk dibaca beberapa menit, dan direnungkan seumur hidup.

Saya adalah ibu dari tiga orang anak dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi.

Sang Dosen sangat inspiratif, dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang memilikinya. Tugas terakhir yang diberikan ke para siswanya diberi nama "Smiling."


Seluruh siswa diminta untuk pergi ke luar dan memberikan senyumnya kepada tiga orang asing yang ditemuinya dan mendokumentasikan reaksi mereka. Setelah itu setiap siswa diminta untuk mempresentasikan didepan kelas. Saya adalah seorang yang periang, mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang. Jadi, saya pikir,tugas ini sangatlah mudah.

Setelah menerima tugas tsb, saya bergegas menemui suami saya dan anak bungsu saya yang menunggu di taman di halaman kampus, untuk pergi ke restoran McDonald's yang berada di sekitar kampus. Pagi itu udaranya sangat dingin dan kering. Sewaktu suami saya akan masuk dalam antrian, saya menyela dan meminta agar dia saja yang menemani si Bungsu sambil mencari tempat duduk yang masih kosong.


Ketika saya sedang dalam antrian, menunggu untuk dilayani, mendadak setiap orang di sekitar kami bergerak menyingkir, dan bahkan orang yang semula antri dibelakang saya ikut menyingkir keluar dari antrian. Suatu perasaan panik menguasai diri saya, ketika berbalik dan melihat mengapa mereka semua pada menyingkir ? Saat berbalik itulah saya membaui suatu "bau badan kotor" yang cukup menyengat, ternyata tepat di belakang saya berdiri dua orang lelaki tunawisma yang sangat dekil!

Saya bingung, dan tidak mampu bergerak sama sekali. Ketika saya menunduk, tanpa sengaja mata saya menatap laki-laki yang lebih pendek, yang berdiri lebih dekat dengan saya, dan ia sedang "tersenyum" kearah saya.

Lelaki ini bermata biru, sorot matanya tajam, tapi juga memancarkan kasih sayang. Ia menatap kearah saya, seolah ia meminta agar saya dapat menerima 'kehadirannya' ditempat itu.

Ia menyapa "Good day!" sambil tetap tersenyum dan sembari menghitung beberapa koin yang disiapkan untuk membayar makanan yang akan dipesan.

Secara spontan saya membalas senyumnya, dan seketika teringat oleh saya 'tugas' yang diberikan oleh dosen saya. Lelaki kedua sedang memainkan tangannya dengan gerakan aneh berdiri di belakang temannya. Saya segera menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita defisiensi mental, dan lelaki dengan mata biru itu adalah "penolong"nya. Saya merasa sangat prihatin setelah mengetahui bahwa ternyata dalam antrian itu kini hanya tinggal saya bersama mereka,dan kami bertiga tiba2 saja sudah sampai didepan counter.

Ketika wanita muda di counter menanyakan kepada saya apa yang ingin saya pesan, saya persilahkan kedua lelaki ini untuk memesan duluan. Lelaki bermata biru segera memesan "Kopi saja, satu cangkir Nona. Ternyata dari koin yang terkumpul hanya itulah yang mampu dibeli oleh mereka (sudah menjadi aturan direstoran disini, jika ingin duduk di dalam restoran dan menghangatkan tubuh, maka orang harus membeli sesuatu). Dan tampaknya kedua orang ini hanya ingin menghangatkan badan.

Tiba2 saja saya diserang oleh rasa iba yang membuat saya sempat terpaku beberapa saat, sambil mata saya mengikuti langkah mereka mencari tempat duduk yang jauh terpisah dari tamu2 lainnya, yang hampir semuanya sedang mengamati mereka. Pada saat yang bersamaan, saya baru menyadari bahwa saat itu semua mata di restoran itu juga sedang tertuju ke diri saya, dan pasti juga melihat semua 'tindakan' saya.

Saya baru tersadar setelah petugas di counter itu menyapa saya untuk ketiga kalinya menanyakan apa yang ingin saya pesan. Saya tersenyum dan minta diberikan dua paket makan pagi (diluar pesanan saya) dalam nampan terpisah. Setelah membayar semua pesanan, saya minta bantuan petugas lain yang ada di counter itu untuk mengantarkan nampan pesanan saya ke meja/tempat duduk suami dan anak saya. Sementara saya membawa nampan lainnya berjalan melingkari sudut kearah meja yang telah dipilih kedua lelaki itu untuk beristirahat. Saya letakkan nampan berisi makanan itu di atas mejanya, dan meletakkan tangan saya di atas punggung telapak tangan dingin lelaki bemata biru itu, sambil saya berucap "makanan ini telah saya pesan untuk kalian berdua."

Kembali mata biru itu menatap dalam ke arah saya, kini mata itu mulai basah ber-kaca2 dan dia hanya mampu berkata "Terima kasih banyak, nyonya."

Saya mencoba tetap menguasai diri saya, sambil menepuk bahunya saya berkata,

"Sesungguhnya bukan saya yang melakukan ini untuk kalian, Tuhan juga berada di sekitar sini dan telah membisikkan sesuatu ketelinga saya untuk menyampaikan makanan ini kepada kalian."

Mendengar ucapan saya, si Mata Biru tidak kuasa menahan haru dan memeluk lelaki kedua sambil terisak-isak. Saat itu ingin sekali saya merengkuh kedua lelaki itu.

Saya sudah tidak dapat menahan tangis ketika saya berjalan meninggalkan mereka dan bergabung dengan suami dan anak saya, yang tidak jauh dari tempat duduk mereka. Ketika saya duduk suami saya mencoba meredakan tangis saya sambil tersenyum dan berkata,

"Sekarang saya tahu, kenapa Tuhan mengirimkan dirimu menjadi istriku, yang pasti, untuk memberikan 'keteduhan' bagi diriku dan anak-2ku!"

Kami saling berpegangan tangan beberapa saat dan saat itu kami benar2 bersyukur dan menyadari,bahwa hanya karena 'bisikanNYA' lah kami telah mampu memanfaatkan 'kesempatan' untuk dapat berbuat sesuatu bagi orang lain yang sedang sangat membutuhkan.

Ketika kami sedang menyantap makanan, dimulai dari tamu yang akan meninggalkan restoran dan disusul oleh beberapa tamu lainnya, mereka satu persatu menghampiri meja kami, untuk sekedar ingin 'berjabat tangan' dengan kami.

Salah satu diantaranya, seorang bapak, memegangi tangan saya, dan berucap,

"Tanganmu ini telah memberikan pelajaran yang mahal bagi kami semua yang berada disini, jika suatu saat saya diberi kesempatan olehNYA, saya akan lakukan seperti yang telah kamu contohkan tadi kepada kami."

Saya hanya bisa berucap "terimakasih" sambil tersenyum. Sebelum beranjak meninggalkan restoran saya sempatkan untuk melihat kearah kedua lelaki itu, dan seolah ada 'magnit' yang menghubungkan bathin kami, mereka langsung menoleh kearah kami sambil tersenyum, lalu melambai-2kan tangannya kearah kami. Dalam perjalanan pulang saya merenungkan kembali apa yang telah saya lakukan terhadap kedua orang tunawisma tadi, itu benar2 'tindakan' yang tidak pernah terpikir oleh saya dan sekaligus merupakan 'hidayah' bagi saya, maupun bagi orang2 yang ada disekitar saya saat itu. Pengalaman hari itu menunjukkan kepada saya betapa 'kasih sayang' Tuhan itu sangat HANGAT dan INDAH sekali!

Saya kembali ke college, pada hari terakhir kuliah dengan 'cerita' ini ditangan saya. Saya menyerahkan 'paper' saya kepada dosen saya. Dan keesokan harinya, sebelum memulai kuliahnya saya dipanggil dosen saya ke depan kelas, ia melihat kepada saya dan berkata, "Bolehkah saya membagikan ceritamu ini kepada yang lain?" dengan senang hati saya mengiyakan. Ketika akan memulai kuliahnya dia meminta perhatian dari kelas untuk membacakan paper saya.

Ia mulai membaca, para siswapun mendengarkan dengan seksama cerita sang dosen, dan ruangan kuliah menjadi sunyi. Dengan cara dan gaya yang dimiliki sang dosen dalam membawakan ceritanya, membuat para siswa yang hadir di ruang kuliah itu seolah ikut melihat bagaimana sesungguhnya kejadian itu berlangsung, sehingga para siswi yang duduk di deretan belakang didekat saya diantaranya datang memeluk saya untuk mengungkapkan perasaan harunya.

Diakhir pembacaan paper tersebut, sang dosen sengaja menutup ceritanya dengan mengutip salah satu kalimat yang saya tulis diakhir paper saya.

"Tersenyumlah dengan 'HATImu', dan kau akan mengetahui betapa 'dahsyat' dampak yang ditimbulkan oleh senyummu itu."

Dengan caraNYA sendiri, Tuhan telah 'menggunakan' diri saya untuk menyentuh orang-orang yang ada di McDonald's, suamiku, anakku, guruku, dan setiap siswa yang menghadiri kuliah di malam terakhir saya sebagai mahasiswi. Saya lulus dengan 1 pelajaran terbesar yang tidak pernah saya dapatkan di bangku kuliah manapun, yaitu: "PENERIMAAN TANPA SYARAT."

Jika anda berpikir bahwa cerita ini telah menyentuh hati anda, teruskan cerita ini kepada orang2 terdekat anda. Disini ada 'malaikat' yang akan menyertai anda, agar setidaknya orang yang membaca cerita ini akan tergerak hatinya untuk bisa berbuat sesuatu (sekecil apapun) bagi sesama yang sedang membutuhkan uluran tangannya!

Orang bijak mengatakan: Banyak orang yang datang dan pergi dari kehidupanmu, tetapi hanya 'sahabat yang bijak' yang akan meninggalkan JEJAK di dalam hatimu.

Untuk berinteraksi dengan dirimu, gunakan nalarmu. Tetapi untuk berinteraksi dengan orang lain, gunakan HATImu! Orang yang kehilangan uang, akan kehilangan banyak, orang yang kehilangan teman, akan kehilangan lebih banyak! Tapi orang yang kehilangan keyakinan, akan
kehilangan semuanya! Tuhan menjamin akan memberikan kepada setiap hewan makanan bagi mereka, tetapi DIA tidak melemparkan makanan itu ke dalam sarang mereka, hewan itu tetap harus BERIKHTIAR untuk bisa mendapatkannya.

Orang-orang muda yang 'cantik' adalah hasil kerja alam, tetapi orang-orang tua yang 'cantik' adalah hasil karya seni. Belajarlah dari PENGALAMAN MEREKA, karena engkau tidak dapat hidup cukup lama untuk bisa mendapatkan semua itu dari pengalaman dirimu sendiri.

Sumber: Anonymous 

Mengapa Kita Harus Melakukan Self – Audit?


Mengapa Kita Harus Melakukan Self – Audit?
blog motivasi sukses, pengembangan diri, inspirasi
Sahabat blog motivasi sukses, setiap perusahaan (kecil, menengah, atau besar) pasti mempunyai petugas yang bekerja sebagai auditor. Seorang auditor yang bekerja di perusahaan bertugas memeriksa apakah jalannya operasi perusahaan itu telah berjalan dengan baik.
Seorang auditor harus memeriksa kebenaran data stok barang, memeriksa kebenaran jumlah uang tunai milik perusahaan, memeriksa jalannya manajemen perusahaan, dan lain sebagainya. Tujuan akhir dari kehadiran seorang auditor adalah untuk memastikan tingkat kesehatan perusahaan.


Kita sebagai makhluk individual, sudah seharusnya membentuk petugas auditor untuk kepentingan diri kita sendiri. Petugas auditor ini bertugas mengamati isi pikiran kita, apa yang kita ucapkan, dan apa yang kita lakukan setiap saat. Kalau kita tidak membentuk satuan audit internal dalam diri kita, kita akan mudah terjebak pada kebiasaan-kebiasaan buruk, yang sering kali lebih banyak merugikan diri sendiri.
Di dalam diri kita, hanya ada satu pikiran yang mempunyai dua karakteristik. 


Yang pertama adalah Pikiran Pelaku. Inilah pikiran yang selalu mencari sasaran. Pikiran ini melompat dari satu tempat ke tempat lainnya. Pikiran ini selalu mencari kepuasan sesaat. Pikiran pelaku ini bekerja melalui panca indera kita - visual, auditory, perasaan, pengecapan, dan penciuman.
Sebagai contoh, Anda berada di sebuah plaza atau pusat perbelanjaan. Anda melihat kue blackforest di sebuah bakery. Lalu Anda membayangkan nikmatnya makan blackforest, dan perasaan Anda merasa senang ketika membayangkan kue tersebut. Lalu, tanpa disadari, Anda langsung mendekati toko kue itu dan membeli kue tersebut. Apakah Anda lapar dan membutuhkan sekali makan kue itu? Jawabannya, "belum tentu". Hanya perasaan Anda yang mendorong keinginan membeli tanpa sadar itu. Setelah Anda bawa pulang kue itu, mungkin anda menyesal, "Kenapa saya membeli kue itu?" Inilah proses bekerjanya pikiran pelaku.
Yang kedua adalah Pikiran Pengamat. Pikiran ini jarang dimanfaatkan oleh kebanyakan orang. Pikiran ini seharunya berperan aktif dalam kehidupan Anda sehari-hari. Pikiran pengamat bertugas mengamati setiap aktivitas pikiran, ucapan, dan perilaku Anda. Pikiran pengamat sering kali dikenal dengan sebutan Kesadaran. Kalau Anda mempunyai kesadaran yang tinggi, sudah pasti Anda akan mampu mengendalikan hawa nafsu Anda.
Orang yang memiliki kesadaran yang tinggi mereka akan selalu aware - waspada, terhadap setiap aktivitas dirinya. Sebagai contoh, bila Anda mengendarai kendaraan, dan Anda melihat di depan ada perempatan jalan, lalu Anda sadar tentang kondisi itu, maka tentunya Anda akan memperlambat laju kendaraan. Dan, Anda akan diselamatkan dari kemungkinan kecelakaan.
Sebaliknya jika Anda tidak sadar, mungkin Anda akan terus tancap gas walaupun lampu pengaturan lalu lintas sudah menyala merah. Apa yang mungkin bisa terjadi ?
Pada prinsipnya, Anda dapat mengatifkan satuan internal audit yang ada di dalam diri anda. Caranya (antara lain) lakukan latihan meditasi secara rutin dan teratur. Kalau Anda mempunyai tekad yang kuat, Anda pasti bisa mengaktifkan auditor ini.
Salam Bahagia dan Sejahtera.

Oleh : Soegianto Hartono 

Rahasia Kebaikan Yang Berbuah Manis


Rahasia Kebaikan Yang Berbuah Manis
blog motivasi sukses, pengembangan diri
Sahabat blog motivasi sukses, Ketika hari berselimutkan gelap, pertanda hari sudah malam. Seorang dokter nampak sedang sibuk mengobati luka pasien yang cukup parah. Pasien itu terbaring lemah diruang gawat darurat rumah sakit dengan menderita luka tembak dibagian lututnya. Dokter muda itu gamang. Tugasnya sebagai dokter harus menyelamatkan pasiennya sementara disisi lain dia tahu laki-laki dengan luka tembak itu seorang penjahat yang merampas motor dengan melukai pemiliknya.

Sang dokter itu masih teringat benar, sebulan yang lalu laki-laki itu pernah ditolongnya ketika tubuhnya penuh luka karena dikoroyok masa setelah ketahuan mencopet di angkot. Wajahnya berkeringat, keraguannya masih menyelimuti dirinya. Keputusannya menyelamatkan nyawa pejahat itu telah membuat bahunya terasa menahan beban.


Saya mengenalnya ketika saya mengantar salah satu anak Amalia sedang sakit. Pernah suatu hari dokter muda itu hadir ke Rumah Amalia untuk bersilaturahmi. 'Sejak usia 4 tahun saya ditinggal ayah saya mas agus, saya dibesarkan ibu seorang diri, saya kagum dengan pengorbanan ibu untuk membesarkan kami, anak-anaknnya.' Katanya. Air matanya mengalir disaat dokter muda itu bercerita ibundanya tercinta. Itulah sebabnya hatinya mudah tersentuh dengan penderitaan orang lain.

'Mas Agus, apakah tindakan saya sudah benar menolong penjahat itu? Bagaimana bila setelah sembuh dan keluar dari penjara malah penjahat itu lebih kejam?' Ucapnya suatu malam di Rumah Amalia. Saya katakan padanya bahwa apa yang dilakukan adalah benar. 'Pak Dokter, Dimuka bumi ini semua orang pada dasarnya baik, Prasangka baik kita adalah kekuatan untuk mengubah orang yang tidak baik menjadi baik. Jadi perbuatan baik yang telah kita lakukan tidaklah sia-sia.' Begitu saya menjelaskan padanya.

Dokter muda itu duduk terdiam, nampak berpikir cukup lama. Saya membiarkannya membisu sendiri. Anak-anak Amalia sedang sibuk membaca al-Qur'an. Tak lama kemudian dokter muda itu tersenyum, wajahnya berubah gembira. Dia lalu mengucapkan hamdalah, 'alhamdulillah, terima kasih Ya Alloh,' ucapnya. 'Saya menemukan energi yang begitu luar biasa, terima kasih Mas Agus atas pencerahannya.' Dokter muda itupun pamit.

Suatu hari Pak Dokter itu datang ke Rumah Amalia pada hari libur mengajak saya pergi kepinggiran kota Jakarta. Awalnya saya mengira hanya sekedar jalan-jalan. Kami mampir disebuah warung bakso. warung bakso sederhana, itulah nama warung baksonya. Ternyata warung bakso itu penjualnya mantan pasien yang pernah ditolongnya. 'Ini lo mas, penjahat yang saya pernah ceritakan tempo hari,' bisiknya lirih. Tak lama kemudian dua mangkok bakso telah tersedia untuk kami berdua.

Penjual yang mantan penjahat itu menghampiri meja kami. 'Insya Alloh saya akan mengembangkan warung bakso saya, Pak Dokter. Supaya membantu anak-anak muda disekitar sini untuk membuka lapangan pekerjaan.' tuturnya. Berkali-kali Penjual bakso yang mantan penjahat itu berkali-kali mengucapkan terima kasih karena telah menyelamatkan nyawanya. Wajah dokter muda terlihat gembira karena kebaikannya telah berbuat manis. Subhanallah...

Wassalam,
agussyafii